Untuk mengikuti partisipasi diradio paranti anda bisa menghubungi kami disini:
SMS: 0817 635 1056 ON AIR Phone: 0253-204015 Online: http://facebook.com/parantifm
2005-2015, 84 Juta Orang Meninggal Akibat Kanker
Written by DUNIXI ADMIN    PDF Print
Lifestyle - Kesehatan

kankerJAKARTA – Bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap 4 Februari, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan laporan yang cukup mencengangkan.

WHO melaporkan, sedikitnya 40 persen dari 12 juta orang didiagnosis terserang kanker setiap tahun. Dalam situs www.who.int, WHO memperkirakan, 84 juta orang meninggal akibat kanker dalam rentang waktu 2005 hingga 2015. Untuk mengantisipasi lonjakan angka kematian akibat kanker, maka setiap 4 Februari, WHO bersama dengan International Union Against Cancer (IUAC) melakukan kampanye pencegahan kanker. Masih dalam laporan yang sama, WHO juga mengungkap beberapa faktor utama penyebab kanker. Pertama, kebiasaan merokok.
Menurut WHO, sedikitnya 1,8 juta angka kematian akibat kanker disebabkan kebiasaan merokok.”Sebanyak 60 persen dari keseluruhan angka kematian yang disebabkan kebiasaan merokok dijumpai di negara-negara berkembang dan terbelakang,” jelas pernyataan WHO. Faktor lain adalah obesitas. Hingga kini sebanyak 274.000 orang meninggal akibat kanker yang disebabkan faktor obesitas. Konsumsi alkohol yang berlebihan juga memicu timbulnya penyakit kanker.

WHO melaporkan, sebanyak 351.000 penderita kanker akibat alkohol meninggal dunia. Pada peringatan Hari Kanker Sedunia tahun ini Kementerian Kesehatan sudah mulai berbenah untuk mengatasi persoalan penyakit kanker. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama mengatakan, pengendalian kanker dilaksanakan secara terpadu. ”Program pengendalian kanker dilaksanakan melalui empat kegiatan pokok, yaitu pencegahan faktor risiko, deteksi dini, surveilans epidemilogi, dan penyebaran informasi (KIE),” tandasnya di Jakarta.

Saat ini, ujarnya, program pengendalian diutamakan pada kanker tertinggi, yaitu kanker leher rahim dan payudara. Caranya dengan membentuk pilot proyek deteksi dini di enam provinsi (enam kabupaten).(Koran SI/Koran SI/mbs)

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):S:!::?::idea::arrow:
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.