Untuk mengikuti partisipasi diradio paranti anda bisa menghubungi kami disini:
SMS: 0817 635 1056 ON AIR Phone: 0253-204015 Online: http://facebook.com/parantifm
Beratnya Beban Presiden
Written by Dunixi    PDF Print
Nasional

Presiden SBYPUPULARITAS  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menurun. Itulah hasil survei terbaru yang dilakukan Indo Barometer pada 8-18 Januari 2010 lalu. Survei itu menunjukkan angka kepuasan rakyat terhadap SBY berada di angka 75 persen, atau menurun 15 persen dibanding sebelumnya.

Tapi jangan kaget, jika beberapa hari ke depan muncul hasil survei lain, tentunya atas nama lembaga survei lain pula, yang justru menyebutkan popularitas SBY bertahan, bahkan naik.

Di negeri ini soal naik turun popularitas seseorang, atau buruk baiknya seseorang, memang sangat tipis bedanya. Hal itu tergantung dari sudut mana orang memandang. Sudah banyak contoh, juga terkait dengan posisi Presiden SBY.
Pemimpin kita dan jajarannya sangat mudah terpancing jika menghadapi kririk, tudingan, dan sejenisnya. Contoh terbaru adalah terkait dengan buku George Junus Aditjondro yang mengkiritisi Presiden berjudul Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century. Hanya terhitung hari terbitlah buku bantahan dengan judul Hanya Fitnah dan Cari Sensasi, George Revisi Buku.

Terlepas apakah buku tandingan Membongkar Gurita Cikeas itu bukan atas inisiatif Presiden, alias datang dari orang luar, yang jelas beban Presiden di awal kepemimpinan (periode keduanya) 2009-1014 memang berat. Masa 100 hari pertama kepemimpinan SBY selaku presiden yang didampingi Wakil Presiden Boediono memang tidak berjalan mulus.

Secara garis besar kita melihat beberapa persoalan yang dihadapi, baik itu berkaitan dengan persoalan politik maupun hukum. Kasus "Cicak" melawan "Buaya" yang disebut-sebut terkait dengan upaya beberapa pihak mengerdilkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diakui atau tidak, menjadi beban SBY.

Skandal Bank Century yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun, menjadikan beban Presiden SBY semakin berat. Dugaan keterlibatan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono yang kini menjadi wakil presiden dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) dalam kasus "menguapnya" dana talangan atau bailout Bank Century tersebut berdampak menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap Presiden. Apalagi ada kesan Boediono dan Sri Mulyani "dilindungi".

Kurang menjanjikannya kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II membuat popularitas Presiden makin tertekan. Besar kemungkinan tindakan Presiden SBY yang kerap reaktif dalam menghadapi kritik-seperti soal aliran dana Bank Century, di mana Presiden sempat berkali-kali membantah soal dugaan adanya aliran dana ke Partai Demokrat, serta ke anggota keluarganya, menjadi faktor lain. Sementara di pihak lain, penampilan anggota Pansus Angket Bank Century asal Fraksi Partai Demokrat, justru membuat banyak pihak bertanya-tanya.

Menyadari betapa beratnya beban yang dipikul Presiden saat ini, tidak tertutup kemungkinan pada bulan-bulan mendatang popularitas beliau akan semakin turun. Untuk mengatasinya, Presiden harus memperbaiki kinerja, mendorong agar seluruh anggota kabinet meningkatkan kerja mereka. Janji menumpas mafia hukum tak boleh hanya wacana.

Kasus skandal Bank Century harus dibuka lebar menjadi terang benderang. Siapa yang bersalah harus menanggung akibatnya. Kemudian perbaikan ekonomi rakyat, ketersedian lapangan kerja, masalah pendidikan, harus menjadi prioritas. Masyarakat butuh bukti, sudah bosan dengan janji-janji. Ingat, berhasil tidaknya suatu pemerintahan bisa tergambar dari sejahtera atau tidaknya rakyat di negara tersebut.

Okezone.com | Kiriman Dari :
Vino Siregar
Pemerhati Masalah Politik dan Sosial
Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):S:!::?::idea::arrow:
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Diskusi Terakhir Dalam Komunitas