Untuk mengikuti partisipasi diradio paranti anda bisa menghubungi kami disini:
SMS: 0817 635 1056 ON AIR Phone: 0253-204015 Online: http://facebook.com/parantifm
Boediono & Sri Mulyani Terpojok, SBY Tak Tersentuh
Written by DUNIXI ADMIN    PDF Print
Nasional

SBYJAKARTA - Skandal Bank Century kini memasuki babak baru. Posisi mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani makin sulit.

Boediono terpojok melalui testimoni Komjen Susno Duadji yang menggemparkan. Petikan kalimat Susno dimuat dalam salah satu bagian buku berjudul Bhayangkara Sejati Tidak Pernah Mengeluh. Draf buku itu dimasukkan dalam bukti-bukti yang diserahkan Susno kepada Pansus Hak Angket Bank Century. Adalah anggota Pansus Hak Angket Bank Century Andi Rahmat yang membebekan isi draf buku itu kepada wartawan. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan bahwa dalam draf buku yang itu muncul pernyataan Susno yang menyiratkan bahwa penyidikan kasus Century di Bareskrim dihentikan karena kasus tersebut mengarah kepada Boediono.

Saat itu, Boediono tengah berjuang bersama capres incumbent Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Pemilu Presiden 2009.

Ada di antara anggota KSSK saat itu yang sedang mengikuti pemilu wakil presiden, kemudian menang sehingga menunggu persiapan pelantikan wakil presiden, yang tentunya kalau langsung disidik akan terjadi kehebohan, walaupun sebenarnya untuk membuktikan adanya korupsi dalam kasus penyertaan modal dari LPS senilai Rp6,762 triliun ke Bank Century tidak terlalu sulit.

Petikan tersebut terdapat dalam Bab IV buku Susno. Bab tersebut diberi sub judul Tiga Kasus Besar Berskala Besar dan Rawan Politisasi. Kasus yang dimaksud adalah kasus teroris, kasus dua pimpinan KPK nonaktif, dan kasus Bank Century.

Tapi menurut Susno, draf buku tersebut ditulis oleh orang lain yang sama sekali belum dia setujui. Susno pun menganggap itu bukan testimoninya.

Namun penghentian penyidikan karena mengarah ke Boediono itu dibantah dengan keras. Menurut juru bicara Boediono yang kini telah resmi menjadi Wakil Presiden, Yopie Hidayat, kasus Century dihentikan karena memang polisi tidak bisa menemukan substansi kasus itu sendiri.

"Jangan-jangan polisi belum menemukan apa-apa?" kata Yopie saat dihubungi okezone secara terpisah.

Sementara itu, mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani juga mendapat buah pahit. Kubu Partai Demokrat kompak mengumbar pernyataan yang menyudutkan posisi Menteri Keuangan itu.

"Dalam kaitan sistem, ya dia (Sri Mulyani). Secara sistem dia yang menentukan, dia pejabat tertinggi, ya dia yang paling bertanggung jawab dalam memutuskan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok kepada okezone.

Namun Mubarok menegaskan, pertanggungjawaban Sri Mulyani hanya dalam konteks pengambilan kebijakan. Sementara mengenai siapa yang paling bertanggungjawab dalam hal skandal Bank Century, masih dalam penyelidikan pansus.

"Bukan skandalnya, tapi bertanggungjawab soal kebijakan," imbuh Mubarok.

Sebelumnya, anggota pansus Hak Angket Century dari Partai Demokrat Achsanul Qosasi yang dikutip sejumlah media menyebut Sri Mulyani sebagai pejabat yang bertanggungjawab dalam pengucuran dana talangan Bank Century sebesar Rp6,7 triliun. Adapun Presiden SBY sama sekali tidak terlibat.

Namun saat dikonfirmasi okezone, Achsanul menampiknya. "Enggak, enggak bener itu, dia (wartawan) salah ngutipnya," pungkasnya.

 
Sumber: (lam)-okezone.com | dunixi

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):S:!::?::idea::arrow:
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.